Langsung ke konten utama

TKA China Kerja Jadi Tukang Sapu di IMIP Digaji Hampir Rp 19 Juta Sebulan

Tenaga kerja asing (TKA) asal China yang bekerja sebagai tukang sapu di PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) ternyata digaji hingga 8.000 yuan.

Hal itu diungkap oleh mantan karyawan PT IMIP. "Saya nanya lewat penerjemah, 'Senang tidak kerja di Indonesia?', dia jawab, 'Senang sekali'. Mereka digaji sekitar 8.000 yuan," ungkap pria yang tidak disebutkan namanya itu secara eksklusif dalam program Rakyat Bersuara bertajuk Ada Bandara 'Hantu', Tanpa Otoritas Negara? di iNews pada Selasa (2/12).

Dalam kurs, 1 yuan setara Rp2.350. Maka jika dirupiahkan, gaji tukang sapu IMIP sebesar Rp18.805.640 atau hampir Rp19 juta. 

Dia menyebutkan, TKA China itu digaji dengan pembayaran dua kali dalam satu bulan. Yakni, 50 persen untuk keluarga di Tiongkok, dan sisanya untuk para pekerja di Indonesia. 

"Iya betul, per bulan dibagi 50 persen diberikan keluarga di negara sisanya bentuk rupiah," ungkapnya.  Menurutnya, TKA yang bekerja sebagai tukang sapu bisa mencapai ratusan orang.

"Karena begini, mereka pada waktu itu pakai tenaga manusia agar pemberdayaannya. Banyak SDM digunakan tukang sapu pakai caping nyapu, pakai sapu besar nyapu jalanan," ucapnya. 

"Saat kita di dalam kita diskusi dengan IW, salah satu direktur operasional di sana pada waktu itu beliau sampaikan bahwa mereka punya komitmen dengan pemerintah China untuk membawa SDM,” ujar dia.

“Mereka itu cover SDM yang produktif tapi tidak bekerja, tidak terserap di negaranya. Jadi semua pengusaha China di seluruh dunia diwajibkan pekerjakan para warga negara sampai level paling bawah," imbuhnya.

Sumber : https://semarang.inews.id/read/656792/wow-tka-china-kerja-tukang-sapu-di-imip-digaji-hampir-rp19-juta |Puteranegara Batubara

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pria Terduga Pelaku Pemerkosaan Tewas Diseret Pakai Motor, Suasana Jadi Mencekam

Seorang pria terduga pelaku pemerkosaan di Malakaji, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, tewas diamuk massa. Pria yang belum diketahui identitasnya itu diikat dan diseret menggunakan motor keliling kampung hingga videonya viral di media sosial. Video kejadian tersebut diunggah warga pada Rabu (3/12). Kanit Resmob Polres Gowa Ipda Muhammad Alfian membenarkan peristiwa itu terjadi di wilayah Tompobulu. "(Kejadian) di Tompobulu, kami baru mau merapat ke TKP," ujar Ipda Muhammad Alfian, dilansir dari detikSulsel, Kamis (4/12/2025). Berdasarkan video yang dilihat detikSulsel, seorang pria tampak sudah tidak bergerak. Tangan dan kakinya diikat dengan tali. Tubuhnya lalu diikat pada sebuah motor dan diseret keliling kampung. Iring-iringan kendaraan mengikuti dari belakang, sementara warga yang merekam terdengar histeris melihat kejadian tersebut. Dalam narasi yang beredar, pria terduga pelaku pemerkosaan itu disebut bernama Ali. Dia diduga sebelumnya memukul dan m...

Lesbian Pemerkosa Perempuan di Mojokerto Diadili, Begini Cerita Korban

Lesbian asal Kota Bandar Lampung berinisial DS (33) menjalani rangkaian persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto. Sebab DS diduga memerkosa janda anak dua berinisial MZ (35). Berikut cerita korban. Sidang terdakwa DS digelar tertutup di ruangan Cakra, Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto. Sebab tergolong perkara kejahatan terhadap kesusilaan. Pada sidang kali ini, DS diperiksa sebagai terdakwa. Korbannya merupakan janda anak 2 asal Kecamatan Gondang, Mojokerto. Sehari-hari, MZ bekerja di salon potong rambut dan rias pengantin milik saudaranya. Dalam perkara ini, ia dan 2 temannya berinisial PH (18) dan FU (30) telah diperiksa sebagai saksi. MZ mengaku kenal DZ melalui DM TikTok sekitar April 2025. Kemudian dua perempuan ini bertukar nomor WhatsApp. Tak sampai satu bulan, DS menganggap MZ sebagai istrinya. "Saya disuruh panggil dia suami. Saya lakukan karena saya tergiur dengan uang, saya anggap hubungan sebatas di dunia maya," kata MZ kepada detikJatim di PN Mojokerto, Sen...

Kemaluan Terduga Pelaku Pemerkosaan Dipotong Sebelum Dimasa dan Diseret Pakai Motor

Kemaluan seorang pria bernama Ali, terduga pelaku pemerkosaan dan penganiayaan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), dipotong warga sebelum ia tewas dimassa. Setelah itu, mayat Ali diseret memakai motor keliling kampung. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Rappolemba, Kecamatan Tompobulu, Rabu (3/12) pagi. Warga mengaku sudah lama mencari Ali karena kerap meresahkan. Salah seorang warga, Enal (40), mengatakan Ali sempat mencuri di rumah warga bernama Dg Suriani. "Hampir setiap malam warga dapat teror grasak grusuk tengah malam dan kejadian beberapa waktu malam yang lalu belum jam 11.00 malam, Ali sudah masuk mencuri di salah satu rumah rumah warga yang bernama Dg Suriani, dia mengambil laptop," kata Enal, dilansir dari detikSulsel, Jumat (5/12/2025). Kemaluan Dipotong Enal menuturkan Ali lebih dulu diikat warga setelah tertangkap. Massa kemudian memotong kemaluannya di perbatasan Desa Rappoala dan Rappolemba. "Di perbatasan Desa Rappoala dan Rappolemba dipotong ke...